Dari Tanam Hingga Panen, HARAKA Pastikan Petani Tak Sendiri
Di tengah tantangan iklim, fluktuasi harga, dan keterbatasan akses input pertanian, banyak petani masih harus bertani “sendirian” — tanpa pendampingan, tanpa jaminan pasar, dan tanpa perlindungan finansial. Namun, bersama Koperasi Ekonomi Kerakyatan Indonesia “HARAKA”, kisah itu berubah.
Sejak 2019, HARAKA hadir sebagai koperasi digital pertanian modern yang memberikan solusi terpadu dari hulu ke hilir. Dari proses olah tanah hingga panen, petani mitra HARAKA tidak pernah berjalan sendiri. Mereka didampingi, dibiayai, diberi input berkualitas, dan dijamin pasarnya — semua dalam satu ekosistem yang transparan dan berkelanjutan.
Pendampingan Sejak Awal: Field Agent dan PPL Turun ke Lapangan
Setiap musim tanam dimulai dengan pendataan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) oleh Mitra Aggregator — yang bisa berupa Kelompok Tani (Poktan), BUMDes, atau Koperasi Produsen setempat. Setelah diverifikasi, petani resmi masuk ke dalam sistem HARAKA dan langsung mendapat pendampingan dari Petugas Pendamping Lapangan (PPL) serta Field Agent (FA).
Mereka bukan sekadar pengawas, tapi partner lapangan yang:
- Memastikan lahan siap tanam sesuai SOP
- Membantu aplikasi benih unggul (Inpari 31, jagung BISI/Syngenta)
- Mengawal jadwal pemupukan dan pengendalian hama
- Melaporkan perkembangan tanaman lewat aplikasi MonEv (Monitoring & Evaluasi)
Dengan pendekatan ini, risiko gagal teknis bisa diminimalkan sejak dini.
Pembiayaan Tanpa Agunan: Modal Datang, Bayar Setelah Panen
Salah satu hambatan terbesar petani adalah modal awal. HARAKA menjawabnya lewat Unit Simpan Pinjam (USP) yang menyediakan pembiayaan untuk:
- Benih
- Pupuk kimia (Urea Daun Buah & NPK Pelangi dari Pupuk Kaltim)
- Input organik (CAS, PROTEK-tan, Freshtan, dll.)
- Upah tenaga kerja panen
Yang menarik: tidak perlu jaminan fisik. Pembayaran dilakukan melalui potong hasil panen, sehingga petani bisa fokus pada budidaya tanpa beban keuangan di awal musim.
Input Terpadu: Kombinasi Kimia dan Organik untuk Hasil Optimal
HARAKA menerapkan pemupukan berimbang — menggabungkan pupuk kimia berstandar nasional dengan input organik ramah lingkungan. Contohnya:
- CAS untuk memulihkan tanah yang rusak akibat pupuk kimia berlebih
- PROTEK-tan sebagai penolak alami wereng dan trips tanpa residu
- PESNATOR untuk mencegah ulat grayak dan lalat buah
Semua input disesuaikan dengan SOP Budidaya Padi & Jagung HARAKA, yang telah diuji di berbagai kondisi lahan di Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, dan Jawa Barat.
Jaminan Pasar: Panen Langsung Diambil, Harga Pasti
Tidak ada lagi kekhawatiran “gabah menumpuk di lumbung”. HARAKA telah menjalin kerjasama offtake dengan mitra strategis seperti:
- BULOG (sejak 2020 sebagai pemasok beras resmi)
- PT. Wahana (kapasitas offtake hingga 300 ton/hari)
- Industri pangan dan peternakan
Petani HARAKA mendapat kontrak jelas sejak awal: harga, kualitas, dan waktu penjemputan panen — semua transparan.
Digitalisasi: Transparansi yang Membangun Kepercayaan
Setiap langkah — dari pinjaman, penggunaan input, hingga laporan panen — terekam dalam platform digital HARAKA. Anggota bisa:
- Melihat status pembiayaan
- Memantau jadwal aplikasi input
- Mengetahui estimasi hasil panen
- Menerima pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) tiap 3 bulan
Teknologi bukan pengganti kearifan lokal, tapi penguat kolaborasi antara petani, koperasi, dan mitra bisnis.
“Saatnya Berbagi”: Filosofi yang Menggerakkan
Nama HARAKA bukan sekadar merek. Ia adalah filosofi:
- HA: Hidup adalah anugerah dari Yang Maha Suci
- RA: Bergerak dengan cinta kasih murni
- KA: Berkomitmen mewujudkan kesejahteraan alam semesta
Dengan semangat itu, HARAKA bukan hanya mengejar keuntungan — tapi membangun kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi desa.
Bergabung dengan HARAKA?
Jika Anda petani, Poktan, BUMDes, atau UMKM pertanian, Anda tidak harus bertani sendiri lagi. Bersama HARAKA, setiap musim tanam adalah langkah menuju kemandirian.
